Detik-detik Runtuhnya Khilafah Islamiyah


 Detik-detik  Runtuhnya Khilafah Islamiyah
Oleh: Nur Choirul Afif*

          Keruntuhan Khilafah Islamiyah terakhir di Istambul hendaknya menjadi renungan bagi kita. Beberapa faktbor penyebab utama kemunduran Negara Khilafah diantaranya;Konspirasi Negara-negara kafir imperialis, pengkhianatan pejabat tinggi Negara, adanya ide-ide sesat (nasionalisme,patriotisme, demokrasi dan HAM) yang mempengaruhi pemikiran kaum muda di Turki dan wilayah Khilafah lainnya, terhentinya ijtihad, upaya memasukkan Undang-undang barat dalam konstitusi Negara Khilafah, penghancuran aqidah Islam melalui serangan misionaris Kristen[1].Puncaknya, pada tanggal 3 Maret 1924, agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah bernama Mustafa Kemal Pasha menyatakan dibubarkannya Negara Khilafah Islamiyah yang berpusat di Istambul,  dan kemudian menggantinya dengan sistem republik dengan asasnya sekular-demokrasi serta memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara.
Sultan Abdul Hamid dan Yahudi
Pada masa pemerintahan Khalifah Sultan Abdul Hamid II, Pemimpin Zionis Internasional  bernama Theodore Herzl melalui sahabatnya yang dekat dengan keluarga istana meminta kepada Khalifah untuk memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi. Dan jika diijinkan menempati Palestina, orang-orang Yahudi akan menyelesaikan utang-utang Negara Khilafah[2].Namun Khalifah Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas,melalui suratnya; “Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya  telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan tetesan darah demi mendapat tanah ini. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku tercabik-cabik, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada imbalan dan balasan apapun[3]. Namun patut diingat, bahwa hendaklah pencabik-cabikan itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dicabik-cabik sepanjang hayat masih dikandung badan”[4].Demikianlah, Herzl gagal merayu Sultan Abdul Hamid II untuk menempati tanah Palestina. Padahal waktu itu utang Negara Khilafah mencapai 20 juta lira[5].
Setelah gagal merayu Sultan Abdul Hamid II, Zionisme Internasional kemudian memulai dengan menggerakkan media-media internasional untuk menjatuhkan Khalifah. Setelah itu, mereka menyatukan musuh-musuh Sultan Abdul Hamid II yang tumbuh dan bercampur baur dalam masyarakat Utsmani. Kita dapatkan para pengikut demokrasi (dan mereka yang diperalat kaum demokrat,pen) melakukan rencana yang sangat teratur dan menyerang. Mereka menguasai jaringan bisnis dunia, media-media Eropa, sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk membentuk opini umum tentang pentingnya memecat Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya sebagai seorang Khalifah[6].
Pemecatan Khalifah Sultan Abdul Hamid II
Kemudian pada tanggal 31 Maret 1909, Zionis Internasional melakukan konspirasi, yaitu peristiwa tragis yang menimbulkan goncangan hebat. Peristiwa tersebut terjadi di kota Istambul, dimana telah terjadi pembunuhan berdarah yang menimbulkan korban jiwa dikalangan sipil. Dan kemudian mereka menuduh Sultan Abdul Hamid II terlibat dalam peristiwa tersebut[7]. Peristiwa tersebut juga membuat orang-orang Yahudi Eropa dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan (nama lain dari Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal) memasuki Istambul untuk melakukan aksi turun kejalan di pusat kota menuntut pencopotan Sultan Abdul Hamid II dari jabatannya seorang Khalifah. Dengan dukungan media-media di Turki dan Eropa, mereka menuduh Sultan merencanakan terjadinya peristiwa 31 Maret, membakar mushaf-mushaf Al-Qur`an, pemboros, penumpah darah, dan zhalim[8].
          Untuk memuluskan tujuan tersebut, para revolusionir bentukan Yahudi melakukakan tekanan kepada mufti Islam Muhammad Zhiyaudin untuk mengeluarkan fatwa pencopotan. Pada hari selasa 27 April 1909 M., sebanyak 240 anggota Majelis A`yan (tokoh-tokoh masyarakat yang ditunjuk) mengadakan pertemuan bersama dan menetapkan pencopotan Sultan Abdul Hamid II. Namun sebagian anggota menolak menerima draft tersebut, diantaranya sekretaris fatwa Nuri Affandi yang hadir dalam pertemuan tersebut[9].
Namun atas usulan dan desakan dari Organisasi Persatuan dan Pembangunan,akhirnya dibentuklah panitia untuk menyampaikan keputusan pencopotan pada khalifah kaum muslimin, panitia tersebut terdiri dari:Immanuel Qarashu (seorang Yahudi asal Spanyol), Aaram (Anggota Majelis Perwakilan yang berasal dari Armenia), As`ad Thuathani(Utusan Albania), Arif Hikmat (anggota Majelis `Ayan,asal Irak Karajabani). Kemudian melalui mereka dilakukan (pemberitahuan) pemecatan  Sultan Abdul Hamid II sebagai Khalifah, dan pada saat bersamaan Sultan Abdul Hamid  berkata kepada mereka, Sesungguhnya ini tak lebih dari perbuatan orang-orang Yahudi yang mengancam Khilafah, lalu apa maksud kalian membawa orang ini (Emmanuel) datang kehadapanku?”[10]. Setelah Sultan Abdul Hamid II diturunkan dari jabatannya, kemudian beliau dibuang ke Salonika (wilayah Kekhilafahan Turki yang berbatasan dengan Yunani).
Orang-orang Yahudi dan Freemasonry mengangkat hari pencopotan Sultan Abdul Hamid II sebagai hari raya mereka. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengadakan demonstrasi dijalan-jalan pusat kota Istambul, dan membuat perangko-perangko yang dijual di pasar-pasar Turki Utsmani[11]. Setelah diturunkan dari jabatannya,Sultan Muhammad Rasyad menggantikan beliau sebagai Khalifah kaum muslimin.
 Tidak berapa lama  kemudian, muncullah hakikat sebenarnya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Kristen dan lebih khusus lagi Inggris. Mereka melihat, bahwa penghancuran Khilafah bukanlah perkara yang mudah, kecuali dengan cara membuat pahlawan boneka dan menggambarkan opini umum tentang sosoknya yang besar dan keramat. Dan mereka mengusulkan nama Musthafa Kemal agar menjadi sumber harapan dan  sumber penghormatan di kalangan perwira tentara dan rakyat  Utsmani.
Mereka membuat beberapa sandiwara peperangan untuk mengangkat (mengorbitkan) nama Musthafa Kemal sebagai pahlawan. Mereka bertempur tetapi tidak ada peluru dan mesiu yang ditembakkan pihak sekutu. Musthafa Kemal berhasil mendesak pasukan sekutu mundur dari wilayah Turki. Kemenangan sandiwara ini disambut oleh rakyat Turki dan menyanjung nama Musthafa Kemal serta menganggapnya sebagai pahlawan penyelamat[12]. Inggris mempublikasikan kemenangan (sandiwara) Musthafa Kemal secara besar-besaran. Atas kemenangan ini Musthafa Kemal mengatakan dihadapan publik; ”Semua rencana tidak akan dilakukan kecuali untuk melindungi kesultanan dan Khilafah serta membebaskan Sultan dan negeri ini dari perbudakan negara asing”[13]. Di sisi lain Duta Besar Inggris mengeluarkan beberapa pernyataan yang ditujukan kepada bangsa Turki supaya mematuhi khalifahnya, seolah-olah mereka berdiri dipihak Sultan dan bermusuhan dengan Musthafa Kemal. Maka bertambahlah kebencian terhadap Khalifah dan bertambahlah kecintaan terhadap pahlawan (boneka) yang memerangi sekutu[14]
Kebusukan rencana Musthafa Kemal mulai terbongkar pada tahun 1341 H/ 1923 M, Organisasi Nasional Turki pimpinan Mustafa Kemal mengumumkan berdirinya Republik Turki yang beribukota di Ankara dan dia terpilih sebagai presiden pertamanya, peristiwa ini membuat posisi Khalifah Sultan Muhammad Wahidudin terancam, kemudian dia melarikan diri ke Malta dengan kapal Inggris.  Awalnya Musthafa Kemal berpura-pura tetap menjaga eksistensi Sistem Khilafah dengan menunjuk Sultan Abdul Majid II menggantikan Sultan Muhammad Wahidudin.
Namun pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, Musthafa Kemal memanggil semua pendiri Organisasi Persatuan dan Pembangunan,dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani menentang dirinya. Di hadapan anggota, dia mengusulkan untuk membuat proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai `bisul abad pertengahan`[15]. Akhirnya pada pertemuan tersebut Sistem Kekhilafahan Islam dibubarkan.Pada keesokan harinya, Khalifah Sultan Abdul Majid II dan keluarga Ustmani diusir dari Ibukota Istambul, hartanya disita, dan Musthafa Kemal mengganti sekolah-sekolah Islam dengan sekolah sekuler dibawah kementrian pendidikan[16]. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan pimpinan delegasi Inggris, Lord Curzon pada saat perjanjian Lausanne tanggal 23 Juli 1923.
          Setelah khilafah Islam dibubarkan dan pasukan Inggris ditarik dari wilayah Turki. Menteri luar negeri Inggris, Curzon dipanggil Senat Inggris untuk mempertanggungjawabkan perihal penarikan pasukan Inggris dari wilayah Turki, dihadapan anggota Senat Curzon berkata, ”Utama persoalannya adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan pernah bangkit kembali, karena kita telah berhasil menghancurkan dua kekuatan spiritualnya, yaitu  Khilafah dan Islam[17].

Khatimah
          Demikian sepenggal kisah detik-detik terakhir runtuhnya Khilafah Islamiyah.Wahai saudaraku, kita tahu bahwa orang-orang kafir seperti  Yahudi dan nasrani akan selalu memusuhi kaum muslimin. Mereka menyukai apa-apa yang menyusahkan kita dan mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk berusaha  memecah belah dan memusnahkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridha sampai kamu masuk dalam golongan mereka”.(QS.Al  Baqarah :120)
         
          Sudah saatnya kita membangun ukhuwah Islamiyah dan menghadapi musuh bersama, yaitu orang-orang kafir dan munafik yang selalu menghina Islam dan kaum muslimin. Dan memfokuskan pada opini urgensi penegakkan Khilafah dan Syariah untuk menjadikannya opini umum ditengah-tengah masyarakat (bukan mengopinikan demokratisasi, kesetaraan gender,HAM,dll).   
          Saudaraku, khilafah pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Karena ini merupakan janji  Rasulullah SAW:

“...Sesungguhnya akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian(HR.Ahmad)

Tinggal kita memilih, apakah kita menjadi orang yang berjuang terhadap penegakan Khilafah dan Syariah, atau kita menjadi orang yang setuju terhadap penegakkan Khilafah dan syariah ketika Khilafah sudah tegak.
Wallaahu `alam bi Showab

                                                * Penulis adalah Bendahara I DKM Unpad


[1] Lihat: Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islamiyah, Abdul Qadim Zallum,hal.25
[2] Lihat: Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyyah, Ali Muhammad As Shalabi,hal.591-592
[3] Apa yang dinyatakan Sultan Abdul Hamid II melalui catatan hariannya terbukti 24 tahun kemudian setelah dibubarkannya Khilafah,yaitu pada tanggal 18 Mei 1948 dengan berdirinya Negara Yahudi di tanah Palestina atas pemberian pemerintah Inggris.
[4] Lihat: Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II, Dr. Muhammad Harb,hal.119 dan Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah,hal 591-592
[5] Ibid,hal.590
[6] Ibid,hal.597 yang dikutip dari A-Yahuud wa al- `Utsmaniyah,Dr.Ahmad al-Nu`aimi, hal.158
[7] Ibid,hlm.597
[8]Lihat: Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah,hlm.607
[9] Ibid, hal.609
[10] Ibid,hal.611
[11] Ibid,hal.611-612
[12] Lihat: Runtuhnya Khilafah dan Upaya Menegakkannya,Dr.Abdullah Azzam,hal.168
[13] Lihat: Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah,hal.625
[14] Lihat: Runtuhnya Khilafah dan Upaya Menegakkannya,hal.168-169
[15] Lihat: Tarikh al-Utsmani fi syo`ri, Muhammad Abdu Ghuddah,hal. 110 dikutip oleh Muhammad As Shalabi,hal. 626
[16] Lihat: Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islamiyah,hal.176
[17] Ibid,hal.184

sejarah kekhalifahan islam


Sejarah KeKhalifahan Islam
Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yang dibai'at dengan bai'at syar'i untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan Sunah Rasulullah SAW. Menegakkan syari'at Allah, dan berjihad bersama kaum muslimin melawan musuh-musuh Allah.
Rasulullah SAW bersabda , "Sesungguhnya tidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak (jumlahnya)." para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi SAW menjawab, "penuhilah bai'at yang pertama, dan yang pertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang mereka pimpin." (HR. MUSLIM).
Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin, agar jangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin). Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaum muslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibat pada kematian.
Khilafah Islamiyah
Khilafah Islamiyah
Sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa mati dan dipundaknya tidak membai'at Seorang imam (khalifah), maka matinya (seperti) mati (dalam keadaan) jahiliyyah."
Rasulullah SAW juga bersabda, "Jika kalian menyaksikan seorang khalifah, hendaklah kalian taat, walaupun (ia) memukul punggungmu. Sesungguhnya jika tidak ada khalifah, maka akan terjadi Kekacauan." (HR. THABARANI)
sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan (kepada kita) untuk taat kepada khalifah. Allah berfirman : "Hai orang-orang yang berfirman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu." (AN NISA :59)
Kaum muslimin telah menjaga wasiat Rasulullah SAW tersebut sepanjang 13 abad. Selama interval waktu itu, kaum muslimin tidak pernah menyaksikan suatu kehidupan tanpa ada (dipimpin) seorang khalifah yang mengatur urusan-urusan mereka. Ketika seorang khalifah meninggal atau diganti, "ahlul halli wal 'aqdi" segera mencari, memilih, dan menentukan pengganti khalifah terdahulu. Hal ini terus berlangsung pada masa-masa Islam (saat itu). Setiap masa, kaum muslimin senantiasa menyaksikan bai'at kepada khalifah atas dasar taat. Ini dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga periode para Khalifah dari Dinasti 'Utsmaniyyah.
Kaum muslimin mengetahui bahwa khalifah pertama dalam sejarah Islam adalah Abu Bakar ra, akan tetapi mayoritas kaum muslimin saat ini, tidak mengetaui bahwa Sultan 'Abdul Majid II adalah khalifah terakhir yang dimiliki oleh umat Islam, pada masa lenyapnya Daulah Khilafah Islamiyyah akibat ulah Musthafa Kamal yang menghancurkan sistem kilafah dan meruntuhnya Dinasti 'Utsmaniyyah. Fenomena ini terjadi pada tanggal 27 Rajab 1342 H.
Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah. Mereka (para khalifah) terdiri dari 5 orang khalifah dari khulafaur raasyidin, 14 khalifah dari dinasti Umayyah, 18 khalifah dari dinasti 'Abbasiyyah, diikuti dari Bani Buwaih 8 orang khalifah, dan dari Bani Saljuk 11 orang khalifah. Dari sini pusat pemerintahan dipindahkan ke kairo, yang dilanjutkan oleh 18 orang khalifah. Setelah itu khalifah berpindah kepada Bani 'Utsman. Dari Bani ini terdapat 30 orang khalifah. Umat masih mengetahui nama-nama para khulafaur rasyidin dibandingkan dengan yang lain. Walaupun mereka juga tidak lupa dengan Khalifah 'Umar bin 'Abd al-'Aziz, Harun al-rasyid, Sultan 'Abdul Majid, serta khalifah-khalifah yang masyur dikenal dalam sejarah.
Masa khulafaur Rasyidin
  1. Abu Bakar as-Siddiq ra (tahun 11-13 H / 632-634 M). 
  2. 'Umar bin khattab ra (tahun 13-23 H / 634-644 M).
  3. 'Utsman bin 'Affan ra (tahun 23-35 H / 644-656 M).
  4. Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H / 656-661 M).
  5. Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H / 661 M).
Masa Khilafah Islamiyah
Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  1. Mu'awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H / 661-680 M).
  2. Yazid bin Mu'awiyah (tahun 61-64 H / 680-683 M).
  3. Mu'awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H / 683-684 M).
  4. Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H / 684-685 M).
  5. 'Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H / 685-705 M).
  6. Walid bin 'Abdul Malik (tahun 86-97 H / 705-715 M).
  7. Sulaiman bin 'Abdul Malik (tahun 97-99 H / 715-717 M).
  8. 'Umar bin 'Abdul 'Aziz (tahun 99-102 H / 717-720 M).
  9. Yazid bin 'Abdul Malik (tahun 102-106 H / 720-724 M).
  10. Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H / 724-743 M).
  11. Walid bin Yazid (tahun 126 H / 744 M).
  12. Yazid bin Walid (tahun 127 H / 744 M).
  13. Ibrahim bin Walid (tahun 127 H / 744 M).
  14. Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H / 744-750 M).
Setelah Bani Umayyah, Kekhalifahan berpindah ke tangan Bani Abassiyah dan bani-bani yang lain. Mereka adalah sebagai berikut:
I. Dari Bani 'Abbas
  1. Abul 'Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H / 750-754 M).
  2. Abu Ja'far al-Mansyur (tahun 137-159 H / 754-775 M).
  3. Al-Mahdi (tahun 159-169 H / 775-785 M).
  4. Al-Hadi (tahun 169-170 H / 785-786 M).
  5. Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H / 786-809 M).
  6. Al-Amiin (tahun 194-198 H / 809-813 M).
  7. Al-Ma'mun (tahun 198-217 H / 813-833 M).
  8. Al-Mu'tashim Billah (tahun 218-228 H / 833-842 M).
  9. Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H / 842-847 M).
  10. Al-Mutawakil 'Ala al-Allah (tahun 232-247 H / 847-861 M).
  11. Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H / 861-862 M).
  12. Al-Musta'in Billah (tahun 248-252 H / 862-866 M).
  13. Al-Mu'taz Billah (tahun 252-256 H / 866-869 M).
  14. Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H / 869-870 M).
  15. Al-Mu'tamad 'Ala al-Allah (tahun 257-279 H / 870-892 M).
  16. Al-Mu'tadla Billah (tahun 279-290 H / 892-902 M).
  17. Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H / 902-908 M).
  18. Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H / 908-932 M).
  19. Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H / 932-934 M).
II. Dari Bani Buwaih
  1. Al-Radli Billah (tahun 323-329 H / 934-940 M).
  2. Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H / 940-944 M).
  3. Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H / 944-946 M).
  4. Al-Muthi' Lillah (tahun 335-364 H / 946-974 M).
  5. Al-Thai'i Lillah (tahun 364-381 H / 974-991 M).
  6. Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H / 991-1031 M).
  7. Al-Qa'im Bi Amrillah (tahun 423-468 H / 1031-1075 M).
III. Dari Bani Saljuk
  1. Al Mu'tadi Biamrillah (tahun 468-487 H / 1075-1094 M).
  2. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H / 1094-1118 M).
  3. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H / 1118-1135 M).
  4. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H / 1135-1136 M).
  5. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H / 1136-1160).
  6. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H / 1160-1170 M).
  7. Al Mustadhi'u Biamrillah (tahun 566-576 H / 1170-1180 M).
  8. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H / 1180-1225 M).
  9. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H / 1225-1226 M).
  10. Al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H / 1226-1242 M).
  11. Al Mu'tashim Billah ( tahun 640-656 H / 1242-1258 M).
Setelah itu kaum muslimin hidup selama 3,5 tahun tanpa seorang khalifah pun. Ini terjadi karena serangan orang-orang Tartar ke negeri-negeri Islam dan pusat kekhalifahan di Baghdad. Namun demikian, kaum muslimin di Mesir, pada masa dinasti Mamaluk tidak tinggal diam, dan berusaha mengembalikan kembali kekhilafahan. kemudian mereka membai'at Al Muntashir dari Bani Abbas. Ia adalah putra Khalifah al-Abbas al-Dhahir Biamrillah dan saudara laki-laki khalifah Al Mustanshir Billah, paman dari khalifah Al Mu'tashim Billah. Pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Mesir. Khalifah yang diangkat dari mereka ada 18 orang yaitu :
  1. Al Mustanshir billah II (tahun 660-661 H / 1261-1262 M).
  2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H / 1262-1302 M).
  3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H / 1302-1334 M).
  4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H / 1334-1354 M).
  5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H / 1343-1354 M).
  6. al Mu'tadlid Billah I (tahun 753-763 H / 1354-1364 M).
  7. Al Mutawakkil 'Alallah I (tahun 763-785 H / 1363-1386 M).
  8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H / 1386-1389 M).
  9. Al Mu'tashim (tahun 788-791 H / 1389-1392 M).
  10. Al Mutawakkil 'Alallah II (tahun 791-808 H / 1392-1409 M).
  11. Al Musta'in Billah (tahun 808-815 H / 1409-1416 M).
  12. Al Mu'tadlid Billah II (tahun 815-845 H / 1416-1446 M).
  13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H / 1446-1455 M).
  14. Al Qa'im Biamrillah (tahun 754-859 H / 1455-1460 M).
  15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H / 1460-1485 M).
  16. Al Mutawakkil 'Alallah (tahun 884-893 H / 1485-1494 M).
  17. Al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H / 1494-1515 M).
  18. Al Mutawakkil 'Alallah V (tahun 914-918 H / 1515-1517 M).
Ketika daulah Islamiyah Bani Saljuk berakhir di anatolia, Kemudian muncul kekuasaan yang berasal dari Bani Utsman dengan pemimpinnya "Utsman bin Arthagherl sebagai khalifah pertama Bani Utsman, dan berakhir pada masa khalifah Bayazid II (918 H/1500 M) yang diganti oleh putranya Sultan Salim I. Kemudian khalifah dinasti Abbasiyyah, yakni Al Mutawakkil "alallah diganti oleh Sultan Salim. Ia berhasil menyelamatkan kunci-kunci al-Haramain al-Syarifah. Dari dinasti Utsmaniyah ini telah berkuasa sebanyah 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad keenam belas Masehi. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut:
  1. Salim I (tahun 918-926 H / 1517-1520 M).
  2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H / 1520-1566 M).
  3. Salim II (tahun 974-982 H / 1566-1574 M).
  4. Murad III (tahun 982-1003 H / 1574-1595 M).
  5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H / 1595-1603 M).
  6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H / 1603-1617 M).
  7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H / 1617-1618 M).
  8. 'Utsman II (tahun 1027-1031 H / 1618-1622 M).
  9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H / 1622-1623 M).
  10. Murad IV (tahun 1032-1049 H / 1623-1640 M).
  11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H / 1640-1648 M).
  12. Mohammad IV (1058-1099 H / 1648-1687 M).
  13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H / 1687-1691M).
  14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H / 1691-1695 M).
  15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H / 1695-1703 M).
  16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H / 1703-1730 M).
  17. Mahmud I (tahun 1143-1168 / 1730-1754 M).
  18. "Utsman IlI (tahun 1168-1171 H / 1754-1757 M).
  19. Musthafa II (tahun 1171-1187H / 1757-1774 M).
  20. 'Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H / 1774-1789 M).
  21. Salim III (tahun 1203-1222 H / 1789-1807 M).
  22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H / 1807-1808 M).
  23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H / 1808-1839 M).
  24. 'Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H / 1839-1861 M).
  25. "Abdul 'Aziz I (tahun 1277-1293 H / 1861-1876 M).
  26. Murad V (tahun 1293-1293 H / 1876-1876 M).
  27. Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H / 1876-1909 M).
  28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H / 1909-1918 M).
  29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H / 1918-1922 M).
  30. 'Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H / 1922-1924 M).
Sekali lagi terjadi dalam sejarah kaum muslimin, hilangnya kekhalifahan. Sayangnya, kaum muslimin saat ini tidak terpengaruh, bahkan tidak peduli dengan runtuhnya kekhilafahan. Padahal menjaga kekhilafahan tergolong kewajiban yang sangat penting. Dengan lenyapnya institusi kekhilafahan, mengakibatkan goncangnya dunia Islam, dan memicu instabilitas di seluruh negeri Islam. Namun sangat disayangkan, tidak ada (pengaruh) apapun dalam diri umat, kecuali sebagian kecil saja.
Jika kaum muslimin pada saat terjadinya serangan pasukan Tartar ke negeri mereka, mereka sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa ada khalifah, maka umat Islam saat ini, telah hidup selama lebih dari 75 tahun tanpa keberadaan seorang khalifah. Seandainya negara-negara Barat tidak menjajah dunia Islam, dan seandainya tidak ada penguasa-penguasa muslim bayaran, seandainya tidak ada pengaruh tsaqofah, peradaban, dan berbagai persepsi kehidupan yang dipaksakan oleh Barat terhadap kaum muslimin, sungguh kembalinya kekhilafahan itu akan jauh lebih mudah. Akan tetapi kehendak Allah berlaku bagi ciptaanNya dan menetapkan umat ini hidup pada masa yang cukup lama.
Umat Islam saat ini hendaknya mulai rindu dengan kehidupan mulia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Insya Allah Daulah Khilafah itu akan berdiri. Sebagaimana sabda Rasulullah "...kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi". Kami dalam hal ini tidak hanya yakin bahwa kekhilafahan akan tegak, lebih dari itu, kota Roma (sebagai pusat agama Nashrani) dapat ditaklukkan oleh kaum muslimin setelah dikalahkannya Konstantinopel yang sekarang menjadi Istambul. Begitu pula daratan Eropa, Amerika, dan Rusia akan dikalahkan. Kemudian Daulah Khilafah Islamiyah akan menguasai seluruh dunia setelah berdirinya pusat Daulah Khilafah. Sungguh hal ini dapat terwujud dengan Izin Allah. Kita akan menyaksikannya dalam waktu yang sangat dekat. Insya Allah.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS